Coretan Online Ku

Selasa, 21 Januari 2014

API NERAKA ITU TAK PANAS ?

Abi dan Umi



API NERAKA ITU TAK PANAS ?
Karya : Abi Endang
Siapa yang bilang Api Neraka itu tak Panas ?

Pasti anda menuduh saya karena judul Artikelnya kalimat itu kan ?

Bagi anda yang merasa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, pasti anda tidak setuju dan marah kepada saya sebagai penulis artkel ini.. Itu hak anda karena anda keimananya sedang Bagus mungkin, dan saya harap anda terus membaca Artikel ini sampai selesai, sekalian menguji kesabaran anda.
 Dan bagi anda yang Kafir ( tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat ) so pasti anda sangat setuju sekali, karena difikiran anda tidak ada bayangan atau kepercayaan adanya api neraka, itu semua cuma omong kosong dan Tahayyul. Maka anda pasti mendukung saya 100%.

 Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab
dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam;
mereka kekal di dalamnya, mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh
mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
(Qs al-Bayyinah/98:6-7)

Sahabat ku yang berbahagia, pernahkah anda merasakan terbakar bara api,?
 Atau coba anda beranikan diri membakar kulit dengan api lilin,! bagaimana rasanya? 
Silahkan jawab pertanyaan itu di dalam hati anda.
 Ada sebuah kisah nyata yang di alami oleh saya, ini sengaja saya Share di Artikel Blog ini, sebenarnya ini adalah masa lalu suram saya, karena sampai saat ini masih terasa dan berbekas, seolah kejadian itu sebagai Introfeksi diri, semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan juga bagi anda para pembaca,
 Sewaktu usia saya antara 2 - 4 tahun, kala itu saya belum sekolah, dan ketika itu saya sedang bermain dengan teman-teman. Masa kecil saya adalah anak aktif yang selalu mencoba hal yang baru dan menantang, permainan bahaya pun sering saya lakukan, salah satu permainan saya adalah bermain api, ini bukan peribahasa tapi ini adalah benar adanya.
Oke, apakah anda masih semangat membaca Artikel ini?

Kita lanjutkan, siang hari di belakang rumah tetangga, saya dan teman-teman masa kecil saya sedang bermain ria, kebetulan memang belakang rumah itu ada halamannya, tak besar tapi cukup buat bermain 5-6 orang anak, dan asiknya lagi buat kami ketika itu adalah tetangga kami baru selesai mengadakan pesta hajatan, yaitu sunatan / khitanan anaknya, 
Bergembiralah kami kala itu, karena bermain di rumah teman yang sedang berbahagia setelah di sunat, permainan yang saya lakukan adalah Lompat Lubang Api, yaitu kami melompati tempat sampah yang digali di tanah ukuran nya kira-kira 2 x 1m dan dalamnya sekitar 50cm, di tempat sampah itu memang sedang  membakar sampah.
Pasti anda sudah bisa menebak bagaimana permainan itu di lakukan ?
 100 Nilainya, saya kasih untuk anda yang jawabnya benar,
 Inilah cara permainanya, tempat sampah yang tadi ukurannya 2 x 1m x 50cm sedang menyala,  Lalu kita lompati tempat sampah itu, siapa yang paling banyak melompati nya itulah yang menang dan tentunya sudah di kasih batasan waktu juga, anda bisa bayangkan ketika itu saya dan kawan-kawan berusia kurang lebih 3 tahun, tinggi badan saya pun sudah bisa anda ukur, jangkauan lompatan saya pun anda sudah bisa tebak, dan termasuk kejadian apa yang menimpa saya juga anda sudah bisa menebak sebelum saya kasih tahu.
 Secara tidak sengaja ketika anda membaca Artikel ini., anda menjadi pintar karena bisa menjawab pertanyaan dari saya dan bahkan bisa menebak sesuatu yang belum terjadi. dan hebatnya lagi anda bisa mendapatkan nilai 100, yang belum tentu di sekolah anda dapat nilai sebesar itu.

 Benarkah jawaban anda tentang permainan ini ? 
 Ketika asik bermain ternyata musibah datang menimpa saya, pada masa itu saya juga tidak tahu apakah musibah atau itu malapetaka?. yang jelas kejadian itu saya tidak ingat persis, yang saya ingat adalah saya sudah menangis histeris kepanasan di pangkuan ibu-ibu tetangga saya, dan orang-orang pun berbondong-bondong berdatangan, ada apa gerangan yang terjadi?
Sahabat ku, kalau saya ingat kejadian itu, ketika saya bermain lompatin api yang sedang membakar sampah, dan sedang berkobar menyala, saya selalu ingin menangis, selalu meneteskan air mata, kenapa saya selalu ingin menangis? bukan masih terasa panasnya api yang membakar badan ini, tapi bekas luka yang saya dapatkan, dan sampai sekarang kadang bekas itu menjadi salah satu penyebab kepercayaan diri saya hilang,
sepertinya saya adalah orang terburuk di dunia, bisakah anda merasakan kesedihan yang saya alami ini?, ketika kita mengenang kejadian yang sangat pahit, yang sangat menderita, pasti anda pun punya rasa sedih.bahkan mungkin anda bisa menangis sendiri, 
Itulah sahabat ku, kejadian yang menimpa saya ketika kecil, 27 tahun silam tapi sampai sekarang masih selalu terbayang bahkan berbekas. Lalu apa yang bisa kita ambil Hikmah dari kejadian tersebut?
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُۥ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ لَهُۥ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَأَصَابَهُ ٱلْكِبَرُ وَلَهُۥ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَآءُ فَأَصَابَهَآ إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَٱحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Artinya : Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.( QS. Al-Baqarah [2] : 266 )

Pendapat saya tentang kejadian ini dan bisa kita ambil hikmahnya :
1. Penyesalan yang selalu terjadi di akhir,
 karena ketika itu sebenarnya mungkin saya sudah tahu permainan itu berbahaya, tapi karena asik tetap saya mainkan hingga akhirnya saya menyesal seumur hidup
2. Ternyata api itu panas, dan bisa membakar tubuh kita, anda yang belum pernah merasakan terbakarnya api seluruh badan mungkin belum bisa membayangkan dan merasakan panasnya api, tapi saya sudah pernah merasakan, yang jelas kala itu yang saya ingat tangisan histeris dan badan saya melepuh dan banyaknya orang yang melihat saya menangis. itu adalah saksi buat saya.
Apalagi Panasnya api neraka yang panas hingga ber-juta-juta kali lipat derajat panasnya api bumi. semoga kejadian ini selalu mengingatkan saya dan kita semua, agar selalu meningkatkan ke Imanan dan ketaqwaan  yang setiap waktu akan turun dan akan naik..

JADI PANASKAH API NERAKA ITU ?
3.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".( Q.S Ibrahim : 7 )
 Yuk kita selalu bersyukur atas ni'mat yang Allah berikan kepada kita, apapun kejadian yang Allah berikan itu adalah ujian dan pembelajaran untuk kita, saya selalu di hantui rasa kurang percaya diri, tapi di balik itu semua saya selalu belajar agar rasa percaya diri itu ada, saya selalu memotivasi diri dengan belajar ilmu dari orang-orang yang mau berbagi, meng- update dan meng-upgrade diri dengan Ilmu itu kuci tumbuhnya percaya diri saya.
 Semoga Allah selalu menurunkan Ni'matnya untuk kita semua.

 Semoga kisah ini bisa menjadi kisah Inspiratif buat anda, aamiin

Penulis dan pengarang Artikel : Endang Sutisna










0 komentar:

Posting Komentar